Untuk Jorry, adikku satu-satunya
“Kakak, nanti pas aku pulang dari Bangka,
buatin aku makanan ya, pokoknya masakkin!”
Serumu sebelum bertolak tinggi tiba-tiba
Laiknya sang fajar yang terbit tanpa izin
Ya sudah, berikut kubungkus rindu tanpa pita
Yang semoga bisa dikirimkan lewat angin
Melalui gelembung awan ke kaki angkasa
Menembus ufuk lesu yang tersenyum dingin
Pun pelan-pelan aku menjadi tahu
Angkuhnya jarak antara kita yang berkuasa
Menampik asa ‘tuk lagi bertemu
Dalam relung langit yang sedang tak bersuka
Silakan berbaring damai dalam lelapmu
Tak usah lagi gamang soal dunia
Hiraukan tadi semua ocehanku
Yang penting Adik baik-baik ya di sana
Kéké






Leave a comment